
Dua remaja penyandang disabilitas Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. Keduanya sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Global IT Challenge (GITC) 2025 yang diselenggarakan di Ulsan, Korea Selatan, berdampingan dengan APEC 2025.
GITC adalah kompetisi global yang didedikasikan untuk memberdayakan penyandang disabilitas melalui teknologi informasi. Dengan tantangan yang beragam, ajang ini menjadi platform bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus mendorong kesetaraan dalam akses teknologi.
Ajang ini diikuti oleh talenta muda penyandang disabilitas dari 20 negara. Para peserta bersaing dalam berbagai kategori lomba, seperti eCombination, eContent, eCreative Smart Car, dan eCreative IoT.
Prestasi Luar Biasa
Tim Indonesia, yang diwakili oleh Alfie Ghazy Aziz dan Fari Arkana Hanafi, berhasil membawa pulang dua medali dari kompetisi tersebut. Berikut adalah rincian prestasi mereka:
- Juara 3 – Kategori eCombination (Perorangan)
- Diraih oleh Alfie Ghazy Aziz.
- Prestasi ini diraih berkat kemampuan luar biasa dalam keterampilan aplikasi terintegrasi, yang mencakup pencarian informasi, pengolahan data (spreadsheet), dan pembuatan materi presentasi.
- Juara 3 – Kategori eCreative Smart Car (Tim)
- Diraih oleh Fari dan Ghazy.
- Sebagai tim, mereka berhasil memprogram mobil pintar untuk menyelesaikan misi dan tantangan lintasan (track), menunjukkan kerjasama dan keahlian yang solid.
Peran Pelatihan dan Pendampingan
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari pelatihan intensif dan pendampingan berkelanjutan, yang juga harus melewati tantangan berat.
Indonesia hampir tidak bisa berpartisipasi dalam GITC 2025 karena terkendala biaya keberangkatan. Namun, pengurus YPAC Nasional mengambil peran kunci untuk mencari dukungan dana. Berkat kegigihan dalam berkolaborasi dengan berbagai pihak, hambatan finansial tersebut berhasil dilalui, memastikan perwakilan Indonesia dapat terbang ke Ulsan.
Pendampingan teknis dan mental diberikan secara penuh oleh divisi Program di YPAC Nasional, yang telah mendampingi para peserta sejak September 2025. Pelatihan online dilakukan secara rutin mendekati pelaksanaan final untuk mempertajam kemampuan mereka melalui pendalaman materi dan simulasi kompetisi, memastikan mereka siap bersaing di level internasional.
Dukungan penuh datang dari berbagai pihak, menunjukkan kolaborasi yang solid:
- Sekolah, yaitu SLB Santi Rama, yang memfasilitasi kebutuhan akademis dan non-akademis mereka.
- Orang tua yang tidak hanya memberikan semangat tanpa henti, tetapi juga turut mendampingi langsung ke Korea Selatan untuk memastikan kenyamanan dan dukungan emosional maksimal selama masa kompetisi.
Inspirasi Bagi Bangsa
Prestasi Fari dan Ghazy di GITC 2025 adalah bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menguasai teknologi dan meraih pencapaian global. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda disabilitas Indonesia untuk terus mengembangkan potensi dan mengharumkan nama bangsa di berbagai bidang.


