Karanganyar, 12-15 Januari 2026 – YPAC Nasional mengadakan pelatihan kaderisasi Organ YPAC selindo dengan mengusung tema “Regenerasi Untuk Negeri : Menuju YPAC Indonesia Berkelanjutan”. Pelatihan ini berlokasi di Balai Pembinaan Disabilitas YPAC Nasional Colomadu, Karanganyar. Kegiatan yang dihadiri 11 YPAC dari berbagai daerah di Indonesia yaitu YPAC Nasional, Bandung, Jember, Makassar, Manado, Malang, Pangkalpinang, Semarang, Surabaya, Surakarta dan Ternate Maluku Utara dengan total 26 peserta.
Kegiatan hari pertama diisi dengan kegiatan napak tilas. Sebuah perjalanan simbolis untuk menelusuri kembali jejak sejarah dan perjuangan Prof. Dr. Soeharso. Ada 3 lokasi yang dikunjungi yaitu RS Ortopedi Soeharso, BBRSBD Prof. Dr. Soeharso dan YPAC Surakarta Prof. Dr. Soeharso.

Kegiatan Napak Tilas di RS Ortopedi Soeharso.
Hari kedua kegiatan pelatihan kaderisasi dimulai. Dibuka oleh Ibu Imbari Kusuma Sembada selaku Ketua Pembina YPAC Nasional, beliau menyampaikan bahwa kaderisasi adalah sebuah strategi vital untuk menjaga “napas” organisasi agar tetap relevan dan berdampak.

Pembukaan Pelatihan Kaderisasi oleh Ibu Imbari Kusuma Sembada selaku Ketua Pembina YPAC Nasional.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang Organisasi dan Manajemen dari beberapa narasumber. Dari pemaparan materi tersebut dapat disimpulkan kaderisasi bukan sekadar latihan kerja, melainkan proses “sinkronisasi” agar setiap individu memiliki nilai, integritas, dan semangat pengabdian yang sama dengan pondasi awal yayasan. Memastikan tongkat estafet kepemimpinan siap diteruskan kapan saja tanpa menurunkan standar kualitas gerakan.

Pemaparan Materi Media Sosial dan Marketing, dari kiri ke kanan Bapak Gery dan Bapak Ir. Achmad Firmansam, M. IL.
Sesi selanjutnya setelah pemaparan materi Media Sosial dan Marketing adalah sesi tanya jawab dan Diskusi Kelompok Penggalangan Dana. Point yang bisa disimpulkan adalah selain menggunakan cara-cara yang selama ini sudah dilakukan (pembuatan proposal, kerjasama dengan perusahaan atau kampus) perlu ditambahkan dengan memperbarui website untuk potensial donatur, pemberian bantuan tidak perlu datang langsung ke kantor bisa menggunakan multi payment untuk donasi, kerjasama dengan orang lain lewat sosial media untuk menarik perhatian. Karena adaptasi jaman diperlukan, untuk memberi ruang bagi kader muda membawa inovasi (misalnya digitalisasi) tanpa meninggalkan akar nilai yayasan.
Hari ketiga kegiatan pemaparan materi tentang Pusat Rehabilitasi Anak (PRA), Pengembangan PRA, Peran Psikologi Dalam Pembinaan ABK, Diskusi Kelompok PRA dan Hasil Diskusi Kelompok PRA. Salah satu point utama hasil dari pemaparan materi dan diskusi yang dilakukan yaitu tujuan akhir PRA bukan sekadar “menyembuhkan”, melainkan memberikan kualitas hidup yang layak agar anak tetap memiliki masa depan yang cerah meskipun memiliki keterbatasan atau latar belakang yang sulit.

Diskusi Kelompok PRA dari kiri ke kanan Ibu dr. Nuhonni M Jatim, Sp.KFR(K), Prof. Dr. dr. Angela M Tulaar, Sp.KFR(K) dan Ibu Kumala Insiwi Suryo.


