Jakarta, 27 Februari 2025

YPAC merasa bangga karena Ketua Pengurus YPAC Nasional, Ibu Farida Ratna Djuita, SH, M.Hum, terpilih dalam daftar Ibu Tangguh Memajukan Indonesia oleh majalah Women’s Obsession. Beliau menjadi salah satu dari 16 perempuan inspiratif yang mendapatkan penghargaan ini, bersama di antaranya Gubernur Jawa Timur, ibu Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan perjuangan Ibu Farida dalam membina anak-anak disabilitas agar menjadi individu yang unggul dan mandiri.

Kutipan Artikel

Selama lebih dari 70 tahun, visi utama dari YPAC adalah mewujudkan anak-anak disabilitas menjadi manusia unggul dan mandiri sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Demi mencapai tujuan tersebut, Farida Ratna Djuita, SH, M.Hum, selaku ketua yayasan pun membeberkan berbagai upaya dan program yang dilakukan YPAC. Mulai dari menggali dan meningkatkan kemampuan anak disabilitas, agar lebih percaya diri, unggul, dan mandiri; mengedukasi masyarakat melalui berbagai program sosial hingga lebih sadar akan hak-hak anak disabilitas, dan memperjuangkan kebijakan inklusif yang ramah bagi anak disabilitas di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Farida menyampaikan, program-program pembinaan di YPAC Nasional berangkat dari konsep pendiri awal yayasan ini, Prof. Soeharso, yang meliputi pendidikan, medis, sosial maupun profesional. “Rehabilitasi pendidikan, anak dididik dalam institusi Sekolah Luar Biasa (SLB), dan adanya kelas karya maupun rumah kreatif. Rehabilitasi medis, anak dinilai oleh dokter dan kebutuhan anak diberikan terapi. Sementara, dalam rehabilitasi sosial, terdapat dua skema utama, yaitu rehabilitasi sosial panti dan non-panti. Rehabilitasi sosial panti, anak ditempatkan di panti dan mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan. Rehabilitasi non-panti, anak tetap tinggal bersama orang tua, namun tetap diajak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar melalui kegiatan pramuka, gathering dan aktivitas sosial lainnya,” jelasnya.

Selain pendidikan dan rehabilitasi, YPAC juga menyiapkan anak-anak disabilitas, agar memiliki keterampilan profesional. Menurut Farida, dengan keterampilan ini mereka diharapkan mampu mendidik diri sendiri dan menciptakan peluang usaha yang dapat memberikan penghasilan bagi mereka di masa depan. Di balik program dan upaya yang dilakukan YPAC, dia tidak memungkiri masih banyak tantangan terhadap pembinaan anak disabilitas, salah satunya mengenai stigma negatif dari masyarakat sekitar. 

Menurutnya, jadilah perempuan yang berdaya, percaya diri, dan tidak ragu dalam mengambil  keputusan, agar dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi keluarga dan masyarakat luas. Dengan tekad, kerja keras, serta dukungan yang tepat dari berbagai pihak, perempuan Indonesia dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi bangsa dan negara, sekaligus menginspirasi generasi berikutnya.

Versi lebih lengkap dari artikel ini dapat dibaca di sumber aslinya pada halaman 60 dan 61

https://www.womensobsession.com/e-mag/2025/123-i8u4e0/

Bagikan informasi ini

Comments

comments

Author: Digiroom

Editor dari Divisi Data dan Teknologi Informasi.

View all posts by Digiroom >