Pages Menu
TwitterRssFacebook

Categories Menu

rolex replica replica watchesreplica rolex

Posted by on Dec 7, 2019 in Artikel | 0 comments

Pengalaman Tion Menang di GITC 2019 Busan Korea Selatan

Pengalaman Tion Menang di GITC 2019 Busan Korea Selatan

  • Tion
    Tion
  • Tim Indonesia GITC 2019
    Tim Indonesia GITC 2019
  • Menerima Penghargaan
    Menerima Penghargaan
  • Tim Indonesia Mendapat Juara 2 dalam eCreatives
    Tim Indonesia Mendapat Juara 2 dalam eCreatives
  • Tim Indonesia Bersama Pengurus YPAC Nasional
    Tim Indonesia Bersama Pengurus YPAC Nasional
  • Tion Bersama Pengurus YPAC Nasional
    Tion Bersama Pengurus YPAC Nasional

Ini tulisan Tion salah seorang peserta Global IT Challenge (GITC) bagi remaja penyandang Disabiltas yang diselenggarakan pada tanggal 25 sd 28 Desember di Busan Korea ; Tion lolos seleksi yang disenggarakan oleh YPAC Nasional yang telah diberi kepercayaan oleh Rehabilitation International( RI) Korea untuk mengirim peserta GITC, ini cerita Tion penyandang disabilitas penglihatan yang hendaknya menginspirasi remaja disabilitas lainnya agar dapat meraih prestasi seperti Tion dan kawan kawannya (RD) :

Perjuangan di Busan, Korea

Assalamu’alaikum.., saya Tion. Perjuangan di Korea bukanlah perjuangan yang ringan, tapi perjuangan penuh tantangan dan rintangan yang harus saya lewati. Dari menjaga kekompakan group dengan cara berkomunikasi dengan mereka yang memiliki berbagai jenis disabilitas yang berbeda, seperti Zhafran (remaja putra dengan autisme), Syifa (remaja putri disabikitas pendengaran), dan Zarro (remaja putra disabilitas ganda, fisik & wicara). Bagaimanapun caranya, saya yang disabilitas visual, harus benar-benar berusaha keras bisa berkomunikasi dengan mereka, terutama dalam persiapan kompetisi kelompok. Dengan perjuangan yang tidak sia-sia akhirnya, saya bisa melakukan tugas sebagai ketua kelompok tim Indonesia di GITC 2019 ini.

Peran Guru/IT Mentor
Berkat Guru yang penuh kesabaran dan ketulusan serta kerjasama yang terus terwujud dapat memudahkan saya untuk memahami bahasa kode yang telah diciptakan bersama dengan Guru. Hari keberangkatan pun telah tiba. Saya dan teman-teman siap maju dan bisa membawa nama baik Indonesia di negara orang.

Niat tulus saya
Sebelum berangkat ke Korea, saya luruskan niat saya, terutama saya harus bisa membawa nama baik Indonesia dan sepulang dari korea saya bisa memberangkatkan kedua orang-tua saya ke tanah suci dengan rezeki nanti yang saya dapatkan di Korea.

Berada di ajang GITC 2019
Kemudian sesampainya disana, saya sempat ragu-ragu, entah kenapa rasa keraguan itu muncul pada diri saya. Saya berusaha menyembunyikan rasa keraguan itu dihadapan teman-teman dan pendamping. Syukur Alhamdulillah, rasa keraguan pun menghilang dengan sendirinya. Disebabkan saya terus melirik kearah Fayza, Global IT Leader 2018, penghargaan tertinggi ajang GITC, yang diraih Indonesia di New Delhi. Ada apa dengan Fayza? Karena dia adalah satu-satunya yang memberi motivasi buat saya agar terus semangat dan berusaha keras demi membawa nama baiik Indonesia. Walaupun dia tidak berbicara langsung dengan saya, tapi saya bisa merasakan itu semua secara kuat melalui jiwa dan feeling saya. Optimisme saya semakin meningkat, juga rasa percaya diri saya.

Hari Pertama Kompetisi
Hari pertama kompetisi GITC dimulai, kompetisi informasi teknologi/IT pertama merupakan kompetisi individu e-LifeMap. Kemudian dilanjutkan dengan kompetisi e-Tool (yang salah satu soalnya dengan menggunakan Microsoft Excel). Itu semua sudah saya lewati, namun tinggal menunggu hasilnya yang akan diumumkan.

Pelatihan e-Contents di ajang GITC
Selanjutnya, saya dan teman-teman dari Indonesia maupun peserta kompetisi dari negara lain, belajar e-Contents. Bagaimana caranya membuat film atau video yang baik. Disela-sela itulah, saya manfaatkan sebaik mungkin untuk selalu berdiskusi dengan teman-teman, dan saya memanfaatkan volunteer/relawan lokal yang ditugaskan membantu tiap negara, agar terus memperhatikan saya berkomunikasi dengan sesama anggita tim. Seperti berkomunikasi dengan Syifa, saya harus menggunakan alat tulis.

Membuat jejaring teman internasional
Seusainya belajar e-Contents saya dan teman-teman dari Indonesia juga memanfaatkan mengambil gambar di lokasi GITC yang diikuti oleh sekitar 100 orang peserta remaja terbaik dari 20 negara Asia-Pasifik. Saya merasa sangat senang sekali, karena teman-teman selalu menghargai arahan dari saya. Alhamdulillah, saya dapat melaksanakan amanah dari Ibu-ibu pendamping YPAC Nasional, sebagai ketua tim remaja GITC 2019. Karenanya, saya harus aktif berkomunikasi, juga dengan teman-teman dari negara lain. Saya jadi mempunyai banyak kenalan teman internasional.

Pelatihan e-Creative dan Coding di ajang GITC 2019
Setelah itu, saya dan teman-teman belajar e-Creative dan Coding. Dalam kategori kompetisi ini, saya hanya memberikan arahan pada anggota tim agar Zhafran, Zarro, dan Syifa harus bekerja dengan baik dan cepat serta benar.

Kendala di pelatihan e-Creative & Coding
Kompetisi ini dibagi menjadi dua kelompok, dan masing-masing kelompok terdiri dari dua orang. Dalam tim kami, kelompok pertama, untuk coding, ada saya dan Zarro, serta untuk kelompok kedua, untuk e-Creative: ada Zhafran dan Syifa. Namun disinilah kendala coding mulai terlihat jelas. Saya sempat ragu, apakah kerja-sama ini akan berhasil ? Jika tidak, saya serahkan hasilnya pada kemurahan hati Yang Maha Kuasa, dengan do’a khusus, semoga Zarro dimudahkan.
Dalam tahap kerjasama tim selanjutnya, semua anggota tim Indonesia, termasuk saya, mulai gelisah dan khawatir.., karena mobil atau robotik yang dirakit, mengalami kendala. Robotik bergerak berputar-putar dan sulit berjalan lurus. Untungnya ini masih uji coba dan kompetisi coding ini akan dimulai besok.
Kendala berkomunikasi tim juga ditemui.
Ada satu ucapan Zhafran yang tidak mau saya dengar lagi di telinga saya. Kata Zhafran, “.. tenang aja.., negara lain juga sama sepertti kita kok..” Perkataan ini selalu diulang-ulang, mungkin untuk menenangkan hati tim. Tapi, saya tetap optinis agar tim Indonesia dapat berupaya lebih baik dari negara lain, dan bisa serta meraih keberhasilan !

Usaha ekstra tim untuk menambah pelatihan di malam hari
Pelatihan dan uji coba telah dilakukan tim secara maksimal untuk persiapan kompetisi esok harinya, namun usaha keras tim Indonesia belum bisa membuahkan hasil yang diharapkan (agar ribotik bisa lurus bergeraknya). Entah ini kesalahan coding atau pemasangan sensor pada mobil/robotik. Malam hari telah tiba, saya dan tim kembali ke hotel. Sesampainya di hotel rasa lelah dirasakan oleh semua anggota tim. Kemudian saya dan teman-teman shalat Mahgrib dan Isya di Hotel. Kemudian saya Istirahat sebentar untuk menghilangkan rasa lelah. Tiba-tiba terdengar teriakan Zhafran: “Tiooooooooooooon, mau pop mie gaaaaaaaak”. Saya tersontak bangun, “Ya Zhafran, jangan keras-keras. Aku mau Zhafran”. Rasa kebersamaan telah tercipta di kamar hotel, makan pop mie bersama dan Syifa yang memasak pop mie itu untuk kami ber-empat. Kalau dibayangkan seperti keluarga kecil yang saling membantu antar teman. Seusai makan pop mie, Zarro memberi aba-aba agar kami berkumpul untuk diskusi masalah membuat video. Dalam diskusi inilah perbedaan pendapat saling bermunculan diantara anggota tim. Sebelumnya, saya dalam berdiskusi di malam hari ini, dibuai dengan basmallah agar dimudahkan jalannya. Pertama kali-nya saya memberikan saran pada ketiga teman saya ini, bagaimana menciptakan judul agar orang lain tertarik dan memahami apa yang tertuang dalam cerita di video. Kemudian Zarro mengusulkan judul video, namun sayangnya saya menolaknya karena kurang menarik. Setelah beberapa saat kemudian, saya dan teman-teman belum juga menemukan judul yang tepat, lalu Zarro berkata, “.. Jangan lama-lama berpikir membuat judul, karena ini sudah malam.., kapan kita mau membuat videonya?” Akhirnya kami sepakat. Kemudian saya berkata, “Gimana kalau kita editingnya setelah Subuh saja?” Zarro menolak, ”Jangan.., nanti kita kalah kalau tidak editing sekarng juga.., bagaimana jika kita selesaikan malam ini saja ?” Akhirnya kami sepakat menyetuju usulan Zarro.
Kemudian saya dan teman-teman melakukan editing malam itu juga. Dengan usaha keras, akhirnya malam sebelum kompetisi esok paginya itu, editing telah rampung

Kerjasama tim di Kompetisi e-Contents
Keesokan harinya, saya dan teman-teman merasa lebih siap berkompetisi e-Contents. Sepertti biasanya, saya selalu aktif dalam tim, dan mengarahkan teman-teman agar tetap kompak dan semangat. Penugasan dalam kerjasama tim dalam kompetisi kategori e-Contents pun kami bagi menjadi: saya dan Zhafran bertugas mencari audio atau musik latari yang tepat untuk video. Sedangkan Zarro bertugas mengedit vidoo, dan Syifa mengambiil gambar. Kami fokus pada tugas masing-masing. Akhirnya kami dapat menyelesaikan kompetisi e-Contents ini dengan tepat waktu.

Kompetisi e-Creative & Coding
Ada satu tahapan lagi yang harus kami hadapi. Apa Itu ? Yaitu, eCreative dan Coding. Disinilah saya berdoa khusuk semoga semua dimudahkan… Di kompetisi kelimpok yang kedua ini, kerjasama saya dan Zarro, mulai terputus, karena Zarro terlewat memberitahukan ke saya bahwa mobil robotik-nya berada diluar area, atau mobil robotiknya tengah berputar-putar. Bahkan Zarro memperbaiki posisi mobil dengan tangan-nya sendiri. Dalam hati saya berteriak: “Waduuuuuuuh, ada apa dengan Zarro? Apakah dia marah atau-kah dia lupa arahan Pak Dedy, Guru/Mentor kami di Jakarta yaaaa?” Saya cukup lama berdiam diri sambil merasa kebingungan karena kerjasama komunikasi yang terputus ini. Akhirnya saya mencoba berkomunikasi kembali dengan Zarro… Syukur Alhamdulillah Zarro bisa menerima komunikasi arahan dari saya, dari dia mulai ada kendala sampai saya disuruh mematikan mobil robotiknya. Akhirnya kimpetisi e-Creative & coding telah selesai. Tiba giliran pata juri menguji robotik dari tiap negara Waduh mobil robotik kami yernyata saat diuji, tidak bisa jalan, bahkan tidak lagi mau mutar-mutar seperti saat pelatihan, hanya bisa memutar sesekali saja… Akhirnya.. hasil juri diumumkan, tim Indonesia belum berhasil. Kemudian Zhafran marah-marah pada Zarro. Dan saya lalu menenangkan Zhafran agar tidak marah-marah, apapun harus diterima hasil kompetisi e-Creative & Coding ini.

Hari Pengumuman Pemenang
Malam hari telah tiba, dan kami pulang ke hotel untuk beristtirahat agar esok hari-nya tidak sakit dengan stamina yang selalu kuat. Hari terakhir ajang GITC 2019 adalah hari pengumuman pemenang. Di pagi hari itu, saya dan teman-teman telah siap, dan langsung sarapan pagi terlebih dahulu. Kemudian kami beserta Ibu-ibu pendamping menuju ke ruangan tempat pengumuman pemenang. Acara telah dimulai. Saya terus berdo’a sambil menutup telinga agar badan saya tidak gemetaran deg-deg-an…… Tiba-tiba terdengar pembawa acara dari atas panggung menyebut: “.. Indonesia..!” Saya kaget, senang dan gembira, kami telah berhasil meraih Juara kedua, medali perak kategori kompetisi kelompok untuk tim Indonesia dalam e-Contents! Kami ber-empat naik panggun menerima penghargaan tersebut dengan penuh kebanggaan..! Tak lama kemudian, nama saya dipanggil lagi untuk menerima penghargaan Juara kedua, Super Chalenge. Senang sekali .., saya mendapat dua buah medali, yakni medali juara kelompok dan individu. Dalam rasa senang yang saya rasakan, tak lupa saya selalu mengucapkan rasa syukur pada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pada saya dan teman-teman untuk mengharumkan nama baik Indonesia. Subgguh sangat bangga hati ini !

Kunjungan Budaya
Seusai acara pengumuman.., seluruh peserta mimpetisi diajak jalan-jalan oleh panitia GITC 2019. Kami berbaur dalam bis wisata dengan teman-teman negara lain. Dari mulai merasaka udara Busan, sambil mendengarkan penjelasan pemandu wisata tentang sejarah Korea, negeri kepulauan yang dikelilingi lautan, seperti Indonesia. Terakhir, kami diberi kesempatan berbelanja oleh-oleh untuk teman dan keluarga yang ada di Indonesia.

Kembali Pulang ke Jakarta & do’a untuk orang-tua
Kesokan hari-nya, tim Indonesia kembali pulang ke Jakarta dan tiba dengan selamat… Namun.., saya merasa malu.., kerena saya belum bisa memberangkatkan orang-tua ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Umrah… Benar-benar saya malu pada orang-tua… Seandainya hadiah itu bisa memberangkatkan orang-tua saya ke Tanah Suci, pasti orang- tua saya lebih bahagia dan senang.

Ya Allah.
., bagaimana saya bisa memberangkatkan orang-tua ke Tanah Suci.., sedangkan hadiah ini tak mencukupi untuk memberangkatkan mereka ke Tanah Suci…

Ya Allah…, Undanglah aku berserta kedua orang-tua-ku ke Tanah Suci Mekkah dan berikanlah rezeki itu melalui orang-orang yang dermawan yang mau meng-infaq-kan kejalan Mu…

Ya Allah. ..,
Aku benar-benar malu ya Allah.., pada kedua orang-tua-ku…

 

(Seperti yang telah dituliskan oleh Tion – dengan minimum editing oleh jcs).

Tion dapat dihubungi lewat Ibundanya:
Ibu Roipah 085201476757, dan
Tion Iswanto: 089606785360

Facebook:
Tion Iswanto Al-Brebesi

Email: tiyoniswanto08502@gmail.com

Share This

Comments

comments

Post a Reply

people provided which they are commonly h2o resistant breitling replica . Jeu pursuits watches are preferably suited to the individuals with energetic lifestyles offered which they are on a regular basis generated from assets that promise an prolonged lifespan. fake watches breitling fake movado Parts used in passe-temps things to do watches are typically robust rubber, stainless-steel, replica tag along with titanium fake watches . Best of luck as a part of your study for that fantastic brand name identify detect see. Just often preserve your selling price variety and personal design and style in ideas www.buswatches.net , therefore you are particular to conclude up a issue great! Zenith My Well-known Take a look at Manufacturer title With numerous see manufacturer names within sector Chronograph Watches Greatest Mixture of Form and Efficiency Fossil launched watches which had been fashionable in conjunction with replica watcheswww.replicaforme.com