Pages Menu
TwitterRssFacebook

Categories Menu

rolex replica replica watchesreplica rolex

Posted by on Dec 9, 2014 in Artikel, News And Event | 0 comments

Komunitas Kampus Universitas Prof.Dr. Moestopo (BERAGAMA)  Siap Membantu YPAC Nasional

Komunitas Kampus Universitas Prof.Dr. Moestopo (BERAGAMA) Siap Membantu YPAC Nasional

SC20141230-144306Ada calon mahasiswa Fakultas Kedokteran dengan disabilitas tuna-rungu, yang kami tolak, di penerimaan tahun ajaran yang lalu, karena kami belum siap.  Mudah-mudahan kedepannya, setelah Lokakarya terkait ini, kami dapat memenuhi harapan penyandang disabilitas  untuk menjadi  mahasiswa  di almamater kami ”  Demikan ungkapan dari jajaran civitas akademis Universitas Prof.Dr. Moestopo (Beragama)/UPDM (B) .

Memang isu disabilitas belum masuk menjadi pertimbangan pihak Kampus UPDBM (B), terlihat  dengan  belum tersedianya fasilitas selasar, ataupun lift untuk mencapai lokasi Lokakarya yang dilaksanakan di lantai 3 gedung, sehingga para peserta disabilitas harus naik tangga, termasuk para peserta tuna-netra, dan peserta paraplegi, terpaksa harus dipapah/dibopong oleh rekan-rekannya.

Lokakarya sehari ini diprakarsai oleh YPAC Nasional bekerjasama dengan Koalisi Organisasi Disabilitas Regional DKI Jakata, serta Alumni UPDM (B), yang dihadiri oleh sekitar 100 mahasiswa UPDM (B) dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Ekonomi, serta jajaran pengajar dan pengurus Yayasan UPDM (B), disamping  perwakilan organisasi disabilitas di Jakarta. Lokakarya yang diselenggarakan pada tanggal 9 Oktober 2014 dengan mengusung judul “Disabilitas dan Kepedulian Sosial Mahasiswa” ini dibuka olehRektor UPDM(B), Prof.Dr. Sunarto MSi dan Ketua Umum YPAC Nasional, Ibu Imbari Kusuma Sembada.

Para peserta Lokakarya cukup antutias mengikuti  loka karya dengan  tiga nara sumber: Dr. Retty Irwan, National Secretary dari Rehabilitation International – Indonesia/YPAC Nasional yang memberikan pengayaan dasar tentang perlunya publik mengenali dan mendeteksi disabilitas sejak dini. Hal ini akan menumbuhkan kesadaran publik/masyarakat untuk dapat mengulurkan tangan dalam membantu kebutuhan dari para penyandang disabilitas. Misalnya, jika diketahui anak sejak lahir merupakan penyandang disabilitas tuna-wicara, maka akan dapat diantisipasi diberikan terapi wicara, sehingga anak tersebut dapat lancar berbicara pada usia yang sama dengan kemampuan pada anak non-disabilitas di usia yang sama.

Pembicara/nara sumber kedua: Maulani Rontinsulu, Ketua Koalisi Organisasi Disabilitas Regional  DKI Jakarta/Ketua Umum Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, yang merupakan penyandang disabilitas ). Penyandang disabilitas tuna-daksa dengan tangan-jemari protese, menjelaskan bahwa masih sangat kurang perhatian publik pada kebutuhan para penyandang disabilitas, serta akses publik yang tersedia bagi para penyandang disabilitas dirasa masih kurang ramah disabilitas.  Misalnya, ada rambu untuk tuntunan bagi para penyandang tuna-netra di trotoar jalan untuk keselamatan penyandang tuna-netra mandiri. Keramik tuntunan sudah ada, akan tetapi karena  dianggap jalur tersebut jarang digunakan, maka pengendara motor memanfaatkannya karena jalanan umum yang sudah macet-padat.  Nah, untuk menghalangi para pengendara motor yang nakal ini, maka dibuatlah tonggak-tonggak besi ditengah jalur tersebut.  Akhirnya, jalur khusus penuntun tuna-netra tersebut malah menjadi jebakan yang akan mencelakakan para penyandang tuna-netra mandiri ketika melewati jalur tersebut akan membentur tonggak-tonggak besi tersebut dan bisa terjatuh.

Pembicara/nara sumber ke 3: Irda Nelly Djamal, Pengurus HWDI, seorang  penyandang tuna-rungu yang energik, menjelaskan tentang informasi terkait kompetisi disabilitas innovatif yang terbuka untuk umum, termasuk komunitas mahasiswa.  Publik dapat mengusulkan gagasan alat bantu/penunjang mobilitas disabilitas, atau program yang dapat mendorong untuk memberikan perhatian pada kebutuhan penyandang disabilitas.

Bertindak sebagai Moderator adalah, Revita Alfi, juga seorang penyandang tuna-rungu, beserta 2 narasumber penyandang disabilitas diatas, telah membuktikan pada komunitas kampus serta para peserta lokakarya yang hadir, bahwa para penyandang disabilitas dapat melakukan hal yang sama yang dilakukan oleh para nara sumber dan moderator non disabilitas.  Peserta lokakarya pun dapat memahami paparan yang diberikan dengan menarik oleh para narasumber, antara lain, sebagaimana diperagakan oleh penyandang disabilitas dan peserta lokakarya, komunikasi yang positif apresiatif dengan para penyandang disabilitas.  Contohnya, seorang mahasiswa ketika ingin membantu seorang penyandang tuna-netra, hanya diperlukan menyodorkan tangannya untuk disentuh penyandang tuna-netra, yang kemudian akan langsung menggandeng lengan mahasiswa tersebut.  Hal ini lebih diapresiasi oleh penyandang tuna-netra, ketimbang membantu tetapi dengan menarik tangan atau mendorong badan penyandang tuna-netra masuk kedalam kendaraan.

Selanjutnya Pemrakarsa kegiatan menganggap perlu adanya  tindak-lanjut untuk melibatkan mahasiswa dalam kegiatan nyata dalam membantu keluarga penyandang disabilitas di Kelurahan yang dekat dengan lokasi UPDM (B), misalnya di Kebayoran Lama melalui kegiatan RBM (Rehabilitasi Bersumberdayakan Masyarakat) dan juga RDK (Rehabilitasi Dalam Keluarga). Untuk itu  diperlukan relawan dari pihak mahasiswa yang akan didampingi oleh para perwakilan organisasi disabilitas dalam  mewujudkan pelaksanaan RBM dan RDK ini.  Relawan ini  akan  turut serta berperan dalam persiapan ( dalam diskusi persiapan – FGDs tentang kegiatan terkait disabilitas ini), sampai dengan pelaksanaan kegiatan dan monitoring serta evaluasi termasuk   pengajuan proposal kegiatan pada donatur.

Jadi, adik-adik para mahasiswa, kalau tidak kita mulai sejak sekarang, kapan lagi? mari, segera mendaftar jadi relawan kegiatan RBM dan RDK, ditunggu partisipasi adik-adik mahasiswa sebagai generasi penerus yang peduli. (ypac nasional)

Share This

Post a Reply

people provided which they are commonly h2o resistant breitling replica . Jeu pursuits watches are preferably suited to the individuals with energetic lifestyles offered which they are on a regular basis generated from assets that promise an prolonged lifespan. fake watches breitling fake movado Parts used in passe-temps things to do watches are typically robust rubber, stainless-steel, replica tag along with titanium fake watches . Best of luck as a part of your study for that fantastic brand name identify detect see. Just often preserve your selling price variety and personal design and style in ideas www.buswatches.net , therefore you are particular to conclude up a issue great! Zenith My Well-known Take a look at Manufacturer title With numerous see manufacturer names within sector Chronograph Watches Greatest Mixture of Form and Efficiency Fossil launched watches which had been fashionable in conjunction with replica watcheswww.replicaforme.com