Pages Menu
TwitterRssFacebook

Categories Menu

rolex replica replica watchesreplica rolex

Posted by on Dec 23, 2014 in News And Event | 0 comments

Keberhasilan Tim Indonesia di ajang Kompetisi IT di Busan Korea mid Desember 2014

Keberhasilan Tim Indonesia di ajang Kompetisi IT di Busan Korea mid Desember 2014

SC20141213-001310Haru dan bangga: 6 Remaja Disabilitas meraih medali di kompetisi Teknonogi Informatika Se Asia – Pasifik di Busan, Korea.

6 remaja disabilitas yang mewakili Tim Indonesia di ajang Kompetisi Global Teknologi Informatika (IT Global Challenges), berhasil meraih medali kelompok dan per-orangan di Busan, Korea Selatan baru-baru ini.

Ajang kompetisi Teknologi Informasi (TI) ini diikuti 10 negara Asia-Pasifik dan diselenggarakan di Busan,  Korea Selatan, pada tanggal 9-13 Desember 2014. Tak kurang dari 278 orang berkumpul di ajang ini, dimana tiap negara mengirimkan 6 remaja disabilitas dan 3-5 chaperones / pendamping. Korea Selatan sendiri, sebagai tuan rumah, menyertakan 7 tim (masing-masing terdiri dari 6-7 remaja per tim).   Total ada sekitar 104 remaja disabilitas yang mewakili negaranya untuk berkompetisi di GITC Busan ini.

Tim remaja Indonesia terdiri dari: satu remaja pengguna kursi roda dari YPAC Solo: Muhammad Akbar Hadi Pratomo, tiga remaja pelajar SLB tuna-rungu Santi Rama, Jakarta: Clara Gheta Aktalisa, Ferdiansyah Utama, Sannita Sunjaya, lalu dua remaja disabilitas dari Young Voices, Jakarta: Andira Pramatyasari, tuna-netra juga seorang mahasiswi hukum di Universitas Indonesia, dan Echi Pramitasari, pengguna kursi roda – yang sudah bekerja di Wisma Chesire dengan jabatan sebagai: Shop Manager.

Keterbatasan komunikasi antar anggota tim, serta singkatnya masa pembekalan penguasaan teknologi informatika di Pustiknas Kemkominfo di Ciputat-Tangeang Selatan,  tidak membuat ke enam remaja disabilitas yang terseleksi namanya sejak bulan Agustus 2014 ini, patah semangat. “Lakukan yang terbaik saja ..” Itu pesan sederhana tanpa membebani harus meraih Juara, yang diberikan oleh Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kemkominfo, serta Ibu Imbari Kusuma Sembada, Ketua Umum YPAC Nasional, melepas keberangkatan Tim Indonesia dari Pustiknas Kemkominfo di Ciputat, Tangerang Selatan.

Tim Indonesia didampingi oleh 4 experts / chaperones: Prof.Dr. Gati Gayatri, Direktur, Pusat Riset dan Pengembangan Informasi, Komunikasi, & Telematika, Literasi dan Profesi, Kemkominfo, yang merupakan perwakilan dari pemerintah Indonesia, untuk presentasi 10 menit di ajang paralel IT Seminar, memaparkan kondisi perkembangan disabilitas dan terkait teknologi informasi di Indonesia, dan 2 Pengurus YPAC Nasional: Dr. Retty Irwan, National Secretary dari Rehabilitation International-Indonesia, dan Judith Simbara MSi, Sekretaris II YPAC Nasional, beserta Annisa Wulandari, staff Kemkominfo Bidang Perencanaan.

Di ajang GITC, ke 6 remaja ini mengikuti 4 kategori kompetisi: e-Tool Challenge Word Processing Contest (kemampuan untuk komunikasi TI dasar menggunakan MS Office: MS Excell, MS Power Point, dll)), e-Life Map Challenge (kemampuan untuk menghadapi situasi tertentu lewat jelajah internet/web browsing), e-Design Challenge (kemampuan untuk merancang/mendesign sesuatu dengan menggunakan Power Point), dan e-Creative Challenge (kemampuan. Kreatif untuk membuat buku cerita/story book dan permainan/games dengan menggunakan program Scratch).

Tentunya persaingan tidak mudah, mengingat setiap negara juga telah menyaring dari sekian banyak remaja disabilitas, untuk hanya mengirimkan enam remaja saja dari negaranya. Tetapi, syukurlah, para remaja disabilitas Tim Indonesia, tidak minder, terlihat kerjasama tim yang sangat kompak dan maksimal, bahkan presentasi tim yang diwakili Andira diatas panggung, telah memukau para juri dan peserta negara lainnya yang juga diminta untuk memberikan suara dukungan pada hasil karya tim / individu favorit mereka.

Ketika diumumkan bahwa Tim Indonesia berhasil menggondol medali e-Good Design Challenge (Juara III lomba merancang poster) – semua anggota tim menerima medali, dan Andira diganjar satu medali per-orangan untuk presentasinya yang mendapatkan penghargaan e-Excellent Life-Map Challenge (Juara II presentasi dalam Bahasa Inggris untuk karya animasi tim Indonesia mempromosikan manfaat ajang GITC), para chaperones Indonesia terhenyak kaget, haru, kagum, dan gembita jadi satu. Kami kemudian berpelukan haru dengan keenam remaja disabilitas kita yang membanggakan ini, dan tak lupa mengabadikan wajah-wajah sumringah Tim Indonesia menerima medali diatas panggung BEXCO (Busan Exhibition – Convention Centre) yang megah ini. Foto – foto Tim Indonesia ini dengan cepat tersebar dari akun Facebook peserta tim, dan hasil yang menggembirakan ini disambut dengan haru dan bangga di Tanah Air.

Keberhasilan Tim Indonesia ini merupakan modal utama kita untuk lebih meningkatan kemampuan anak-anak disabilitas kita kedepannya terkait bidang teknologi informatika.

Rencananya, Indonesia akan menjadi tuan rumah GITC 2015. Karenanya, para remaja disabilitas Indonesia dapat bersiap – diri mulai sekarang, tidak saja mengasah kemampuannya dibidang teknologi informatika, tetapi juga penguasaan Bahasa Inggrisnya, termasuk penguasaan Bahasa Isyarat International bagi penyandang tuna-rungu.

Panitia GITC 2014, KSRPD (Korean Society for the Rights of Persons with Disabilities), sebuah organisasi nir laba di Korea Selatan yang mengupayakan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, akan bekerjasama dengan YPAC Nasional serta pihak terkait lainnya, untuk mulai mempersiapkan ajang GITC 2015 dalam waktu dekat ini.

Semoga anak-anak disabilitas Indonesia akan dapat menunjukkan potensinya nanti dan meraih hasil yang lebih membanggakan lagi di ajang GITC 2015. (Judith Simbara, chaperone GITC 2014).

 

 

Share This

Post a Reply

people provided which they are commonly h2o resistant breitling replica . Jeu pursuits watches are preferably suited to the individuals with energetic lifestyles offered which they are on a regular basis generated from assets that promise an prolonged lifespan. fake watches breitling fake movado Parts used in passe-temps things to do watches are typically robust rubber, stainless-steel, replica tag along with titanium fake watches . Best of luck as a part of your study for that fantastic brand name identify detect see. Just often preserve your selling price variety and personal design and style in ideas www.buswatches.net , therefore you are particular to conclude up a issue great! Zenith My Well-known Take a look at Manufacturer title With numerous see manufacturer names within sector Chronograph Watches Greatest Mixture of Form and Efficiency Fossil launched watches which had been fashionable in conjunction with replica watcheswww.replicaforme.com